Hanya untukmu, Mom!

Resume Kulzoom "SLEEP TRAINING"

Apa yang Mom pikirkan ketika mendengar frasa Sleep Training?

Mungkin yang terbayang di benak kita hanya sekadar melatih anak-anak untuk bisa tidur sendiri.


Namun, ternyata Sleep Training tidak hanya memiliki makna sesempit itu loh, Mom..


Tidur adalah proses kita untuk mengistirahatkan tubuh, begitulah yang biasa kita ketahui maknanya. Namun kenyataan, tidur adalah hal yang sangat penting bagi anak. Bukan hanya untuk mengistirahatkan badan yang lelah tetapi ternyata tidur juga memengaruhi tumbuh kembang seorang anak.

KUANTITAS JAM TIDUR YANG DIPERLUKAN MANUSIA, BERBEDA DI SETIAP TAHAPAN USIA

Orang tua harus mengenal batasan atau jam tidur anak sesuai dengan perkembangan usia. Hal ini jelas sangat berpengaruh langsung pada tumbuh kembang anak.



Jam tidur manusia dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan usia diantaranya ;
1. Usia 0-1 bulan waktu tidur yang dibutuhkan adalah 14-18 jam
2. Usia 1-18 bulan waktu tidur yang dibutuhkan adalah 12-14 jam
3. Usia 3-6 tahun waktu tidur yang dibutuhkan adalah 11-13 jam
4. Usia 6-12 tahun waktu tidur yang dibutuhkan adalah 10 jam
5. Usia 12-18 tahun waktu tidur yang dibutuhkan adalah 8-9 jam
6. Usia 18-40 tahun waktu tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam
7. Untuk Lansia yang berusia >60 tahun cenderung memiliki jam tidur hanya 6 jam saja tapi bagi lansia yang <60 tahun, umumnya memiliki jam tidur 7 jam.

Lalu, apa itu SLEEP TRAINING

Sleep Training adalah kegiatan untuk membimbing anak agar bisa berproses tidur sendiri dalam waktu-waktu yang teratur. Berdasarkan pemahan tersebut, Sleep Training lebih mengutamakan bahwa orang tua se-minimal mungkin atau sama sekali tidak membantu anak untuk bisa tidur. Atau membiarkan anak tertidur tanpa bantuan orang tua.

Mengapa orang tua perlu membiarkan anak untuk tidur sendiri tanpa didampingi

Alasan yang paling utama adalah agar anak tidak bergantung pada orang tua.


Karena dengan memiliki kebiasaan sebelum tidur seperti menggaruk punggung, mengusap rambut dan menimang anak bahkan menyusui sampai anak tertidur pulas, dapat membuat anak ketergantungan hingga ia beranjak besar. Apalagi bila anak anak sudah memasuki usia yang siap untuk masuk ke jenjang sekolah formal, hal tersebut bisa menyulitkan anak nantinya. Ia bisa saja tidak mau beradaptasi dengan keadaan akibat kebiasaan sebelum tidur yang mereka miliki.

Bagaimana memulai dan kapan waktu yang tepat



Jawabannya adalah tergantung pada pribadi dan kesiapan orang tua untuk memulainya.



Perasaan tidak tega adalah hal yang wajar. Pilihan untuk menunda melakukan Sleep Training tentunya akan berpengaruh pada diri sang Ibu. Apabila, seorang Ibu belum siap untuk mengajarkan Sleep Training dan masih mau membantu anak-anak untuk tidur dengan kebiasaan yang dilakukan, resikonya adalah Ibu tersebut akan lebih merasa lelah karena fokusnya terpusat pada sang anak yang belum mau jauh dari sang Ibu ketika hendak tidur. Dampak yang lain adalah sang Ibu kurang memiliki waktu dengan suami atau mungkin dengan anak yang sudah besar (dalam hal ini, bila Ibu memiliki lebih dari satu anak).




Lantas, bagaimana cara untuk memulai Sleep Training?

Co-sleeping

anak dan orangtua tidur dalam satu ruangan, namun sang anak tidur di ranjang yang terpisah.

Separate Room


Anak dan orangtua tidur di ruangan yang berbeda. Akan tetapi, tentu saja akan ada kendala di awal ketika sang anak baru saja memulai Sleep Training-nya

APA SAJA KENDALA DALAM PROSES SLEEP TRAINING?


Kendalanya adalah sulitnya si Kecil menemukan Sleep Association. Apalagi ini?

Sleep Association adalah anak belajar mengoneksikan suatu kondisi dengan ritual tidurnya. Maksudnya adalah seorang anak yang melakukan Sleep Training akan merasa gelisah, bila sang Ibu tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan sebelum tidur kepada dirinya. Untuk itu, anak harus menemukan Sleep Association mereka sendiri sebagai peralihan dari kebiasaan tersebut sehingga sang anak bisa tidur tanpa bantuan orang tua. Misal: anak terbiasa memegang bagian tubuh ibunya agar bisa tertidur. Maka, sebagai penggantinya, kita bisa membantu anak menemukan subtitusinya seperti guling atau selimut. Yang terpenting bisa dilakukan tanpa bantuan orangtua.

"LALU, BAGAIMANA JIKA ANAK TERBANGUN TENGAH MALAM

DAN MEMINTA UNTUK TIDUR BERSAMA ORANGTUANYA?!!"



Antar kembali anak ke dalam kamar mereka. Lalu, kembali berikan pengertian bahwa tidur sendiri tanpa ada orang tua adalah hal yang baik dan hebat. Kemudian ajak anak bicara lagi sambil memberikan pengertian tentang pentingnya tidur sendiri, ajak berdoa kembali atau bisa dengan memberikan reward nantinya kepada anak bila anak berhasil tidur sendiri di kamarnya. Tinggalkan kembali anak ketika ia sudah mengantuk.

Dalam kegiatan Sleep Training dan Sleep Association ini, umumnya, kendala seperti anak yang rewel atau bolak-balik ke kamar orang tua pasti akan ditemukan di awal proses tersebut.
Akan tetapi biasanya paling lama terjadi dalam kurun waktu satu minggu atau mungkin sepuluh hari sejak ia dilatih untuk tidur sendiri. Kesimpulannya adalah Sleep Training dapat dimulai bila orang tua sudah merasa siap dan sebaiknya Sleep Training dilakukan sebelum anak-anak memasuki usia tujuh tahun atau sebelum mereka memasuki jenjang sekolah


Jadi, apakah Mom sudah siap

melakukan sleep training?


Semoga dimudahkan ya, Mom! Semangat!

@2022 Rumah Krucil Inc.