Si kecil susah makan Moms?


Ga mau buka mulut bikin bunda stress setiap nyuapin anak?

⛔️ Stop! Baca sampai habis dan temukan jawabanya! ⛔️



Aktivitas makan atau biasa disebut dengan feeding untuk Si Kecil tenyata tidak sesederhana seperti yang terlihat, loh! Dibutuhkan usaha yang besar bagi seorang anak untuk melalui proses makan.


Kegiatan dalam proses makan seperti mengunyah, mengisap, menggigit dan menelan, ternyata membutuhkan stimulasi sensori dan motorik yang tepat agar anak bisa makan dengan baik.


Proses makan anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Kesalahan dalam feeding akan mengganggu tumbuh kembang si kecil hingga dewasa kelak.
Serem ya Moms!

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua ketika si Kecil menolak untuk makan :

Wow! ternyata apa yang kita anggap baik dan merupakan solusi, nyatanya justru bisa menimbulkan masalah yang lain.

Terus, Bagaimana Cara Kita menyiasatinya?

Berikut beberapa cara yang bisa Moms akukan untuk mengoptimalkan proses "makan" si Kecil

Memahami Feeding Cue
Orang tua harus mengetahui bahasa tubuh anak, untuk mengetahui apakah dia dalam keadaan lapar atau dalam keadaan kenyang.
Disesuaikan berdasarkan usia anak
Proses makan si Kecil diklasifikasinkan berdasarkan usia. Dimulai sejak usia 0-3 bulan, 4-8 bulan, 12+ bulan dan +6 tahun. Semua punya treatment yang berbeda.
Responsive Feeding
Sikap orang tua atau pengasuh yang tanggap terhadap feeding cue.
Jadwal dan Takaran Makan Tepat
Setiap anak memiliki takaran untuk mengonsumsi makanan, berdasarkan usianya.

Pahami Kebutuhan Anak Berdasarkan Usianya


0-3 bulan

Pada usia tersebut proses feeding lebih memfokuskan pada bahasa non verbal anak dan mengevaluasi gangguan feeding.



Usia 6-12 bulan

Proses feeding bertujuan untuk melatih tanggung jawab saat makan dan perkembangan kognisi, sensori, motorik dan regulasi.



Usia 12+ bulan

Proses feeding dilakukan untuk memaknai konsep kenyang dan lapar. Memperkenalkan alat makan dan memperkenalkan picky eater, GTM, dan refluks.



usia 6+ tahun

Proses feeding lebih menekankan proses merayu untuk makan dan menumbuhkan percaya diri anak saat makan. Serta membiasakan anak makan tanpa reward dan distraks.



Moms, tahu nggak sih kalau ternyata ada seorang pakar yang bisa kita ajak diskusi tentang seberapa penting sensori memengaruhi tumbuh kembang anak? dan apa dampaknya bila sensori pada anak tidak kita latih sejak dini? Yuk kita kenalan dengan ahlinya.
dr. Adilla Hikma Zakiati, Sp.KFR adalah seorang Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang aktif melayani pasien di beberapa Rumah Sakit. Beliau juga adalah salah satu founder dari @rainbowcastleid klinik tumbuh kembang berbasis bermain pertama di Indonesia.

Beliau sangat peduli terhadap perkembangan sensori dan motorik anak yang sangat erat kaitannya dengan tumbuh kembang anak. Beliau juga memberikan ilmu bagaimana cara melatih sensori dan motorik pada anak sejak dini melalui kegiatan feeding.


InsyaAllah Rumah Krucil akan mewujudkan keinginan Moms untuk berdiskusi dengan beliau nih, terkait kiat-kiat bagaimana melakukan feeding yang baik dan benar berdasarkan usia si Kecil.

Mau tahu caranya?

Investasi


  • Full kelas (4x pertemuan) = Rp.500.000
  • Perkelas = Rp.150.000

Perkelas kami hanya terima maksimal 150 peserta saja. Total sudah ada 81 peserta yang sudah mendaftar!